Surety bond adalah suatu perjanjian  asuransi yang melibatkan tiga pihak, yaitu surety (asuransi/penjamin), obligee (pemilik proyek), dan principal (pelaksana proyek atau kontraktor). Mungkin beberapa dari kamu pernah dengar tentang surety bond atau asuransi penjaminan. Umumnya, produk asuransi ini hadir dalam pelaksanaan proyek. Seperti yang sudah dijelaskan di awal, pengertian asuransi penjaminan ini secara sederhana adalah perjanjian asuransi antara pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam proyek. Tujuannya buat melindungi kelangsungan proyek agar gak bikin rugi salah satu pihak. Misalnya pun pelaksanaan proyek gagal di tengah jalan, maka asuransi bakal bertanggung jawab untuk menyelesaikan janji tersebut.

Singkatnya, asuransi asuransi penjaminan bakal mengganti kerugian kalau principal atau kontraktor gagal menjalankan proyek milik obligee. Oleh sebab itu, produk ini bisa meminimalisasi risiko yang bakal didapatkan oleh kedua pihak.

PENTING KAMU TAHU
  • Surety bond atau asuransi penjaminan adalah produk yang menjamin risiko kerugian pemilik proyek apabila kontraktor gak bisa memenuhi tanggung jawabnya.
  • Polis asuransi penjaminan terdiri dari berbagai jenis, mulai dari pertanggungan sebelum proyek dimulai hingga proyek selesai. 
  • Perbedaan surety bond dengan bank garansi hanya pada penyedia asuransi; surety bond disediakan perusahaan asuransi dan bank garansi disediakan oleh bank.

Jenis jaminan surety bond

                                                                              Surat pengalaman kerja

Dalam produk surety bond, terdapat beberapa jenis yang bisa kamu temukan, yaitu:

Jaminan penawaran atau tender

Jaminan penawaran merupakan perjanjian yang diterbitkan oleh Surety Company (perusahaan asuransi) yang menjamin pemilik proyek bahwa kontraktor yang mengikuti lelang telah memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan oleh pemilik proyek. Kalau kontraktor memenangkan pelelangan, maka dia seharusnya bakal sanggup buat menutup Kontrak Pelaksanaan Pekerjaan dengan pemilik proyek. Namun jika mereka gak sanggup melaksanakan proyek, maka perusahaan asuransi bakal membayar kerugian ke pemilik proyek sebesar selisih penawaran calon kontraktor terendah dengan kontraktor terendah berikutnya, maksimum sebesar nilai jaminan. Risiko dalam produk ini bisa muncul apabila setelah tender dimenangkan oleh salah satu calon kontraktor, mereka mengundurkan diri dan gak sanggup menyerahkan jaminan pelaksanaan setelah SPK keluar. 

Jaminan pelaksanaan atau performance bond

Performance bond adalah jaminan yang diterbitkan oleh perusahaan asuransi untuk menjamin pemilik proyek bahwa kontraktor terpilih bakal sanggup menyelesaikan pekerjaan yang diberikan sesuai dengan perjanjian di awal. Jika kontraktor gak melaksanakan kewajibannya, maka penyedia asuransi penjaminan bakal memberikan ganti rugi kepada pemilik proyek maksimal senilai jaminan. Besar jaminan tersebut dihitung berdasarkan persentase tertentu dari nilai proyek, yaitu sekitar 5-10 persen. 

Bila pada saat kontrak berakhir masih ada perjanjian yang belum terpenuhi oleh kontraktor, maka polis performance bond bisa diperpanjang dengan kesepakatan antara pemilik proyek dan kontraktor. Jaminan pembayaran uang muka atau advance payment bond

Jaminan Uang Muka atau Advance payment bond 

menjamin pemilik proyek bahwa kontraktor bakal sanggup mengembalikan uang muka yang sudah diterima dari pemilik proyek sesuai dengan ketentuan dalam kontrak. Tujuannya adalah untuk memperlancar pembiayaan proyek. Jika kontraktor gagal memenuhi hal tersebut, maka asuransi bakal mengembalikan uang muka kepada pemilik proyek sebesar jumlah yang belum dikembalikan. Sebagai informasi, pembayaran uang muka dari kontraktor ke pemilik proyek biasanya dilakukan secara bertahap/cicilan. 

Nominal jaminan dari advance payment bond adalah biasanya 20 persen dari nilai kontrak proyek.

Jaminan pemeliharaan atau maintenance bond

Jaminan pemeliharaan bakal menjamin pemilik proyek bahwa kontraktor bakal sanggup membetulkan kerusakan dalam pekerjaan pada waktu pelaksanaannya selesai sesuai dengan perjanjian. Jika kontraktor gagal melakukan kewajiban tersebut, maka asuransi bakal mengganti biaya yang dikeluarkan buat memperbaiki kerusakan maksimum sebesar nilai jaminan. Besar jaminan ini adalah sebesar 5 persen dari nilai kontrak proyek.

Perbedaan surety bond dan bank garansi

                                                                                 neraca pembayaran

Surety bond adalah perjanjian tertulis tentang pengalihan risiko dari pemilik proyek kepada perusahaan asuransi apabila kontraktor atau pelaksana proyek gagal menjalankan kewajibannya. Sementara itu, bank garansi adalah perjanjian antara bank dan pemilik proyek bahwa bank bakal menanggung kerugian pemilik proyek jika terjamin atau kontraktor gagal menjalankan kewajiban. Kesimpulannya, perbedaan di antara asuransi penjaminan dan bank garansi ada pada pihak yang memberikan jaminan. Pada asuransi penjaminan, penjamin adalah asuransi, sementara pada bank garansi penjamin adalah bank.