Pengiriman Kontainer, Pelabuhan

Penting Asuransi Marine Cargo untuk Ekspor dan Impor

Berdasarkan pasal 41 UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, perusahaan angkutan di perairan diwajibkan mengasuransikan tanggung jawabnya terkait keselamatan penumpang. Termasuk di dalam perihal musnah, hilang, atau rusaknya barang yang diangkut serta pemberian jaminan atas keterlambatan pengangkutan dan kerugian pihak ketiga. Jadi, asuransi marine cargo bukanlah sebuah opsi bagi para perusahaan yang mengirimkan barang atau produknya melalui jalur ekspor dan impor, melainkan sebuah kewajiban yang didukung dengan Undang-Undang. 

Prinsip yang digunakan dalam asuransi marine cargo adalah prinsip ganti rugi (indemnity), yaitu kesepakatan ganti rugi yang termasuk dalam kesepakatan pertanggungan. Pihak tertanggung mesti diberi ganti rugi atas rusaknya serta kerugian yang dideritanya sesuai dengan ketentuan di dalam polis asuransi yang disepakati.

Pengertian Asuransi Marine Cargo Asuransi 

Mengacu pada pasal 246 KUHD, asuransi disimpulkan sebagai sebuah kesepakatan antara pihak penanggung atau perusahaan asuransi (insurer) dengan nasabah atau tertanggung (insured). Kesepakatan ini berisi jika penanggung akan memberikan ganti rugi yang terkait dengan kerusakan, kehilangan yang dihadapi oleh pihak tertanggung atau yang dikarenakan oleh peristiwa tidak terduga. Pertanggungan ini harus dilandasi pada niat yang baik. 

Tertanggung tidak boleh menyembunyikan fakta jika produknya bermasalah atau jika cara pengangkutan yang dilakukan memungkinkan tertanggung mendapat keuntungan dari penanggung. Jenis pertanggungan yang diberikan penanggung hanyalah sebuah prediksi atau kemungkinan-kemungkinan masalah yang bisa timbul dalam pengangkutan. Jika ada kekeliruan dalam memberi info atau upaya menyembunyikan risiko, kesepakatan ini sangat mungkin menjadi gagal dan tidak berlaku. Karena itu jika kita termasuk pemegang polis asuransi cargo marine, pastikan untuk selalu memahami isi polis dan ketentuan perlindungan dengan baik.

Apa Saja yang Dilindungi dalam Asuransi Marine Cargo?

Pertimbangkan Hali Ini

Meskipun namanya menggunakan kata “Marine”, asuransi marine cargo tidak hanya memberi perlindungan terhadap :

  • Pengangkutan laut
  • Pengangkutan darat, dan
  • Pengangkutan udara.

Sebagian perusahaan asuransi malah juga menawarkan asuransi untuk rangka kapal seperti yang ditawarkan oleh Asuransi Pengangkutan Sinar Mas. Secara umum, perlindungan yang diberikan pada asuransi ini meliputi:

  1. Institute Cargo Clause A (biasa disebut juga dengan All risk); Perlindungan ini umumnya menjamin kerugian atau kerusakan pada objek yang diasurasikan kecuali untuk kerusakan yang disengaja, keausan objek, dan hal lain yang sifatnya disengaja. 
  2. Institute Cargo Clause B; Melindungi segala kerugian yang disebabkan oleh kebakaran, ledakan, kapal kandas, tabrakan antar kapal, gempa bumi, dan hal lain yang disebabkan oleh faktor-faktor yang tidak disengaja dan tidak dapat dicegah kejadiannya. 
  3. Institute Cargo Clause C; Hampir sama dengan ICC B, hanya penyebab terjadinya kerugian saja yang berbeda. Cakupan perlindungan ICC B lebih luas dibanding ICC C. 

Dari ketiga asuransi marine cargo di atas, biasanya juga ada penawaran untuk perlindungan barang pada saat kondisi-kondisi berikut.

  1. Pengangkutan dari gudang ke gudang (warehouse to warehouse).
  2. Saat bongkar muat (loading and unloading risks).
  3. Perlindungan General Average losses and General Average Contributions.
  4. Perlindungan atas risiko perang, pemogokan, kerusuhan, dan huru hara (war, strikes, riots and civil commotions).
  5. Jaminan atau perlindungan atas pencurian, bajing loncat dan tidak terkirim (theft, pilferage and non-delivery).

Cara Memilih Asuransi Marine Cargo Sesuai Kebutuhan

                                                                 Kalkulator, Perhitungan, Asuransi

Hal pertama yang perlu kita perhatikan adalah hal apa saja yang tidak dijamin dalam asuransi marine cargo. Hal ini penting karena brosur asuransi atau informasi produk yang ditawarkan kadang menggunakan bahasa yang agak rumit sehingga sulit dipahami. Jangan mudah tergiur dengan premi asuransi yang murah sebelum yakin betul apa saja jaminan yang diberikan dan tidak diberikan. Umumnya semakin murah atau sedikit harga premi yang dibayar, maka jenis perlindungan yang diberikan pun akan semakin terbatas. Nah, hal lain yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Besar premi asuransi yang harus dibayar.
  • Biaya admin (total loss, biasanya 1 persen dari pihak tertanggung, dan 99 persen dari pihak penanggung).
  • Syarat untuk klaim asuransi.
  • Jangka waktu penyelesaian proses klaim asuransi.

 

Informasi & Penawaran Hub :

http://rumahasuransi.com/web/contact.html